Minggu, 28 September 2014

Sejarah Lingkungan

             Jejak Mistis Desa Rahtawu



Pukul sembilan pagi, dengan naik motor dari Kota Kretek Kudus saya langsung menuju Desa Rahtawu, di daerah pegunungan yang cukup dikenal dikalangan masyarakat Kudus dan sekitarnya. Sebetulnya untuk mencapai daerah itu, dapat ditempuh dengan naik angkutan kota dari terminal Kudus menuju Kecamatan Gebog. Namun biasanya angkutan tersebut hanya sampai di pabrik Rokok Sukun, sementara untuk mencapai Desa Rahtawu masih harus menempuh perjalanan sekitar sepuluh kilo meter lagi. Dari Pabrik Rokok Sukun itulah perjalanan dapat dilanjutkan lagi dengan naik angkutan lain berupa kendaraan bak terbuka atau metromini Angkutan ini memang biasa dipenuhi oleh penduduk Desa Rahtawu yang kembali dari kota, maupun para peziarah yang datang berombongan menuju desa tersebut. Sementara angkutan dari arah Rahtawu biasa dipenuhi oleh para pedagang yang membawa hasil pertanian dari daerah itu. Jadi jangan heran kalau saat turun dari Rahtawu, akan naik angkutan yang dipenuhi oleh buah-buahan dan sayur hasil pertanian.
Dari Kota Kudus menuju Desa Rahtawu, masih harus penempuh perjalanan sepanjang dua puluh enan kilometer. Jalan yang berkelok-kelok dan sudah agak rusak pasti akan membuat hati selalu was-was selama dalam perjalanan. Bahkan tidak hanya itu saja, tikungan tajam disertai tanjakan yang cukup terjal dengan keadaan jalan yang berada dipinggir jurang, tentu membuat kita harus ekstra berhati-hati dalam menempuh perjalanan itu. Memang kelihatannya, pembuatan jalan yang baru dibangun pada awal tahun tujuh puluhan tersebut sengaja mengepras pinggiran bukit dan tebing sebagai jalan satu-satunya yang menghubungkan daerah tersebut dengan desa lainnya di Kudus. Oleh karena itulah disalah satu sisi jalan kalau tidak ladang penduduk, pastialah jurang, sementara sisi lainnya adalah tebing yang terjal.

Namun dibalik ketegangan dalam menempuh perjalanan di gunung Rahtawu, ada hal yang menarik. Yakni keindahan alam yang masih alami. Berjalan di sore hari, rasanya seperti terbang diatas awan. Kabut putih tebal selalu menutup rimbunnya pepohonan. Gunung dengan pemandangan indah itulah yang didalam dunia pewayangan dikenal dengan nama Gunung Retawu.

"Mau naik ke atas Mas," itulah sapaan ramah salah seorang warga Desa Rahtawu.

Bahkan pertanyaan seperti itu sering dilontarkan oleh penduduk yang berpapasan dengan pengunjung. Memang Desa Rahtawau sudah biasa dikunjungi oleh orang dari luar daerah, yang hendak berziarah dipetilasan-petilasan yang ada di daerah itu, maupun sekedar untuk mendaki puncak tertinggi gunung Rahtawu, yang dikenal dengan nama Puncak Songolikur.

Desa Rahtawu ternyata menyimpan petilasan-petilasan yang dipercaya sebagai peninggalan tokoh pewayangan. Diantaranya ada peninggalan tokoh-tokoh wayang seperti, Bambang Sakri, Abiyasa, Sekutrem, Pandu Dewananta, Kamunayasa, Semar serta beberapa tokoh pewayangan lainnya. Aneh memang, ternyata beberapa tokoh yang ada dalam cerita fiktif pewayangan, ternyata memiliki peninggalan berupa tempat pertapaan. Tidak hanya itu saja, di Gunung Rahtawu terdapat juga tempat yang memiliki nilai mistis yang cukup tinggi, yakni Puncak Songolikur. Dipuncak dengan ketinggian sekitar 1.522 dpl ini dipercaya sebagai pusat kerajaan gaib dalam dunia pewayangan. Puncak Songolikur adalah tempat tertinggi di Gunung Rahtawu, yang dihuni Sang Hyang Wenang, tokoh tertua dalam dunia pewayangan.

"Jadi jangan bertingkah laku sembarangan ditempat itu," pesan Mbah Kamto.Sebab dipuncak yang telah ditata dan dilengkapi beberapa patung itu, beberapa waktu yang lalu pernah diobrak-abrik oleh beberapa pelajar, tapi siswa-siswa yang merusak tempat itu akhirnya celaka. Mereka mengalami kecelakaan setelah turun ke bawah.

Menurut kepercayaan penduduk setempat, jika seseorang mampu mencapai Puncak Songolikur dengan mudah, maka akan memperoleh kemuliaan dan kemudahan apa yang dicita-citakan. "Lebih sempurnanya lagi kalau telah tujuh kali berturut-turut mampu mendaki puncak," ungkap Mbah Kamto, seorang pertapa di Pertapaan Gajah Mada.

Yang dimaksud pertapa asal Semarang itu adalah, kemuliaan untuk orang yang telah tujuh kali berturut-turut mendaki puncak Songolikur setiap tanggal satu syura, setiap tahunnya.
Mendaki Puncak Songolikur tidak akan komplit tanpa membawa oleh-oleh khas dari tempat ini, yakni Buluh Perindu. Adalah sebuah benda keramat berbentuk seperti kumis harimau. Benda warna hitam ini dipercaya memiliki kekuatan gaib untuk pengasihan. Untuk mendapatkan benda langka ini ternyata tidaklah mudah, sebab Buluh Perindu hanya ada di sarang Burung Rajawali, dan itupun tidak semua orang dapat menemukannya "Saya termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan barang itu," cetus Bambang Sawer, seorang pemuda asal Semarang.

Namun selain itu, di Desa Rahtawu ternyata juga meninggalkan beberapa petilasan tokoh-tokoh penting seperti Maha Patih Gajah Mada, Mantan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dan Brandal Lokajoyo yang dalam Islam dikenal sebagai Sunan Kalijaga. Sama dengan tempat-tempat lainnya, dipetilasan itu juga dikeramatkan oleh warga. Entah benar apa tidak bahwa Mantan Presiden Soekarno pernah bertapa diatas Gunung Rahtawu, yang jelas itulah keyakinan penduduk, dan sekarangpun tempat itu dibangun, sebagai petilasan mantan presidan RI pertama.

Pokoknya bagi warga, tidak ada tempat yang tidak keramat diatas Gunung Rahtawu, setiap jengkal tanah Rahtawu memiliki nilai magis tersendiri. Itu lantaran ditanah tersebut merupakan kerajaan gaib yang dipercaya menjadi tempak moksanya para raja dan tokoh penting di dunia pewayangan. Masyarakatpun selalu menghormatinya dan menjadikan tempat alternatif untuk meminta berkah, dan ternyata itu dilakukan tidak hanya oleh masyarakat setempat saja tapi juga banyak warga dari daerah lain. Seperti dari Pati, Demak, Tuban dan banyak penduduk dari daerah lainnya. Ritual merekapun seakan kembali pada jaman animisme, membakar kemenyan dan menyembah petilasan tersebut.

Selasa, 16 September 2014

Materi TKJ

 Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Misalnya Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, dan semua komputer dapat berfungsi sebagai client dan server dalam satu saat bersamaan. Pengguna masing-masing komputer bertanggung jawab terhadap administrasi resource komputer (dengan membuat nama user, membuat share, menandai ijin mengakses share tersebut). Tiap-tiap user bertanggung jawab juga mengenal pembackupan data pada komputer. Sayangnya penempatan resource dapat menjadi sulit pada network peer to peer yang mempunyai lebih banyak komputer.

Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin membeli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.

Adapun Kelebihan Jaringan peer to peer yaitu:

  • Pelaksanaan tidak terlalu mahal,relatif murah.
  • Tidak membutuhkan software server.
  • Tidak membutuhkan administrator.
Dan ada juga kekurangan dari jaringan peer to peer yaitu:
  • Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol.
  • Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative.
  • Keamanan sistem  kurang.
  • Semua mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa.

Senin, 08 September 2014

Artikel Laporan KKI

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI
DIBALAI PELATIHAN DAN RISET TEKNOLOGI
INFORMATIKA DAN KOMPUTER
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA








KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Oleh:
NAMA           : Fiska Nila Nugrahani
NIS                : 308

SMK MAMBAUL FALAH
Jl.Kudus Muria km  10. Telp (0291) 420073
Email: smkmafa07@yahoo.com
2013/2014




HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN
PELAKSANAAN KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI (KKI)
SMK MAMBAUL FALAH



Kudus, 19 Juni 2014
Telah disetujui dan diterima baik oleh :
Ketua Program Keahlian                                   Pembimbing


         Ahmad Ridwan, S.Kom                            Guna Setiawan, S.Kom

Mengesahkan
Kepala SMK Mambaul Falah


Muhammad Noor Arifin,S.Ud






KATA PENGANTAR

            Dengan mengucapkan puji syukur alhamdulillah atas kehadiran Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulisan LAPORAN KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI (KKI) DI PUSAT RISET TIK dapat terselesaikan dengan baik.
            Laporan ini dapat terselesaikan atas bantuan dari semua pihak, untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian laporan ini, terutama kepada :
1.      Allah SWT yang senantiasa memberi kemudahan penulis untuk menyusun laporan hingga selesai.
2.      Kedua orang tua penulis yang selalu memotivasi penulis.
3.      Bapak M.Noor Arifin, S.Ud selaku kepala sekolah yang mengadakan kegiatan yang bermanfaat ini untuk penulis.
4.      Bapak Achmad Ridwan, S.Kom selaku ketua program keahlian yang telah memimpin program keahlian penulis.
5.      Bapak Pembimbing serta wali kelas yang telah mendampingi kegiatan ini.
            Penyusun laporan ini sebagai bentuk pelaksanaan KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI (KKI). Untuk kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

     Kudus, 19 Juni 2014                                                                                                                    
Penulis


Fiska Nila Nugrahani




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Kunjungan Kerja Industri ....................................................  1
B.     Tujuan dan Manfaat Kunjungan Kerja Industri ............................................  1
C.     Sistematika Penulisan Laporan .....................................................................  1
BAB II TINJAUAN DU/DI
A.    Gambaran Umum ..........................................................................................  2
B.     Sejarah Perusahaan ........................................................................................  3
C.     Bidang Garapan Perusahaan .........................................................................  4
BAB III HASIL KEGIATAN
A.    Uraian Kegiatan Selama DU/DI ...................................................................  4
B.     Temuan ..........................................................................................................  5
BAB IV PENUTUP
A.    Simpulan .......................................................................................................  6
B.     Saran .............................................................................................................  6
LAMPIRAN .............................................................................................................  7





BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Kunjungan Kerja Industri
          Berdasarkan program pelaksanaan Kunjungan Kerja Industri yang selalu diadakan diakhir semester II kelas X tahun pelajaran 2013/2014 SMK Mambaul Falah sebagai kegiatan belajar diluar sekolah dan memberi pengetahuan dibidang TKJ dan dalam bidang perindustrian yang memberikan pembelajaran baru bagi siswa dalam bidangnya.
B.      Tujuan dan Manfaat Kunjungan Kerja Industri
          Dalam pelaksanaan Kunjungan Kerja Industri ini terdapat beberapa tujuan maupun manfaat tertentu, yaitu :
1.  Siswa dapat mengetahui bidang perindustrian.
2.  Siswa dapat lebih mengetahui tentang bidang komputer dalam jenis kegunaannya.
3.  Siswa dapat memperluas wawasan masing-masing dalam bidang yang dibakatinya seperti : grafis, pembuatan film, penyiar radio, dan lain-lain diperusaaan tersebut.
4.  Siswa dapat mengetahui dunia kewirausahaan atau pekerjaan.

C.      Sistematika Penulisan Laporan
          Dalam penulisan laporan ini, digunakan sistematika pembahasan yang terdiri dari empat bab. Yang tersusun dari bab satu, bab dua, bab tiga, bab empat. Seperti yang diuraikan sebagai berikut :
          Bab satu pendahuluan yang berisi latar belakang diadakannya Kunjungan Kerja Industri, tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan laporan.

Dan pada bab dua tinjauan DU/DI yang berisi gambaran umum dari perusahaan, sejarah perusahaan, dan bidang garapan perusahaan.
          Selanjutnya dalam bab tiga hasil kegiatan yang membahas uraian kegiatan selama DU/DI, setelah itu temuan-temuan baru yang ada selama kegiatan Kunjungan Kerja Industri.
          Setelah itu bagian akhir adalah bab empat yang berisi kesimpulan pada poin A dan pada poin B terdapat saran.
Demikian sistematika dari laporan ini, dan semoga bisa bermanfaat untuk kami semua.



  BAB II
TINJAUAN DU/DI


A.      Gambaran Umum Perusahaan
          Nama BPRTIK sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat Jakarta, BPRTIK adalah singkatan dari Badan Pelatihan Riset TIK, BPRTIK bisa diterima di seluruh Indonesia bahkan Pusat TIK Nasional. BPRTIK terdiri dari dua gedung kurang lebih seluas 9300 m2 yang setiap pelatihannya dalam setahun bisa menampung sebanyak 10.200 orang dan dalam waktu sehari bisa menampung sebanyak 180 orang.                                                                      
          Badan Pelatihan Riset TIK ini diresmikan dan didirikan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berfungsi sebagai pelatihan dan riset penelitian berupa membuat beberapa aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. BPRTIK juga menerima siswa yang melakukan kegiatan PKL/PRAKERIN yang tidak hanya menerima siswa di daerah terdekat saja tetapi bisa menerima siswa luar kota bahkan luar Jawa seperti siswa dari Lampung, Sumatra, Kalimantan, dan lain-lain. Balai Pelatihan dan Riset TIK KOMINFO memiliki program pelatihan untuk masyarakat Indonesia yang diinformasikan secara online.                                                            Pusat TIK nasional menggelar pelatihan perpustakaan elektronik, pelatihan E-library itu diadakan dipusat TIK nasional Badan Litbang SDM Ciputat, peserta dalam pelatihan ini berjumlah 120 orang yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan daerah, kementrian, Universitas, dan Sekolah Menengah. Dalam paparannya, Imam M.Sofie MT selaku wakil PMU bidang program penyampaian bahwa pelatihan yang diadakan di BPRTIK ini ditunjukkan bagi IT Worker dan IT Enaber. IT Worker seperti pelatihan programmer dan multimedia, sedangkan IT Enaber seperti pelatihan E-library ini dan dengan diadakan pelatihan ini para siswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam program ini.
B.        Sejarah Perusahaan
            BPRTIK  diresmikan oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 31 Mei 2011. Pada peresmian tersebut, hadir pula Duta Besar Korea untuk Indonesia serta stakeholders lainnya yang telah memberikan kontribusi signifikan selama proses pembangunan BPPTIK, yaitu Bupati Bekasi, Universitas AI-Azhar, PT Jababeka, President University dan lain sebagainya. Acara tersebut dihadiri pula oleh kalangan pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. BPPTIK yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Bekasi tersebut dibangun dari bantuan hibah Pemerintah Republik Korea Selatan melalui pendanaan Proyek Korea International Cooperation Agency (KOICA) sebesar USD 8.900.000. 
Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 7 Mei 2007 oleh Muhammad Nuh yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Kominfo dan Duta Besar Korea saat itu Mr. Kim Ho-young. Sedangkan serah terima gedung dari KOICA ke Pemerintah Indonesia dilakukan pada Juni 2009.
C.        Bidang Garapan Perusahaan
             Di perusahaan Balai Pelatihan Riset TIK melakukan atau melayani pelatihan-pelatihan menggunakan media komputer dan jaringan, antara lain :
1.      Desain grafis
2.      Desian web
3.      Animasion
4.      Linux based
5.      Windows based
6.      Application
7.      Programing & data base
8.      Multimedia
9.      Geograpic information
10.  Networking & Telekomunication
11.  Sun Solaris Based
12.  Computer Essential




BAB III
HASIL KEGIATAN

A.      Uraian Kegiatan Selama DU/DI
          Pada tanggal 16 Juni 2014 kami berangkat melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja Industri, tepatnya pukul 14.00 berangkat dari SMK Mambaul Falah bersama dengan teman-teman. Setelah mengalami perjalanan yang cukup lama akhirnya kami sampai ketujuan utama dalam kegiatan Kunjungan Kerja Industri yaitu sampai di BPRTIK (Balai Pelatihan dan Riset TIK) kurang lebih pukul 12.30 hari senin kami sampai disana. Sampai disana kami langsung menuju kegedung BPRTIK untuk melaksanakan pembelajaran mengenai latar belakang BPRTIK, dan diberi materi sedikit tentang bagian komputer dan sebelum meninggalkan ruang materi untuk keliling perusahaan bapak kepala sekolah memberi kenang-kenangan dari SMK Mambaul Falah. Lalu kami diperlihatkan letak ruangan lab-lab komputer dengan fungsi yang berbeda, tempat penyiaran radio, studio, dan lain-lain.
          Setelah kami masuk ke lab grafis, kami merasa lebih tau apa saja yang menjadi unsur- untuk membuat sebuah animasi, komputer grafis khusus untuk animasi atau menggambar, dan mengerti banyak kegunaan dari komputer grafis. Setelah cukup lama kami mengikuti pembelajaran, pada acara yang terakhir kami menuju kedepan gedung BPRTIK untuk berfoto.
B.      Temuan
          Dalam melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja Industri ini kami cukup banyak mengalami temuan-temuan atau halangan dalam perjalanan, diantaranya yaitu : saat melakukan perjalanan menuju gedung BPRTIK yang berpusat di Jakarta kami mengalami kemacetan yang sangat lama dan dapat membuat kami datang terlambat, awalnya waktu yang ditargetkan adalah pukul 11.00 tetapi berhubung kita mengalami kemacetan jadi kami sampai di gedung BPRTIK pukul 12.30 lebih.                                                                             .......
Ketika didalam gedung BPRTIK kami menemui beberapa hal saat berada didalam ruang penyiaran radio dan beberapa alat-alat yang baru kami jumpai diruang tersebut, bagian dari operator yang mengatur suara dan lain-lain.


  

BAB IV
PENUTUPAN

A.      Kesimpulan
          Sebagaimana penyajian dan analisis data yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya maka kesimpulannya yaitu : BPRTIK merupakan Balai Pelatihan Nasional yang dikenal dikalangan masyarakat Jakarta dan sekitarnya. BPRTIK adalah kependekan dari Balai Pelatihan dan Riset TIK. Balai pelatihan ini bisa menerima siswa yang melakukan kegiatan PRAKERIN/PKL ditempat tersebut dan tidak hanya menerima siswa dari Jakarta melainkan siswa dari luar kota. Sampai sekarang BPRTIK merupakan Balai Pelatihan nasional yang sangat dikenali oleh seluruh masyarakat dengan adanya cabang-cabang didaerah tertentu. Setelah adanya kegiata Kunjungan Kerja Industri ini kami dapat lebih mengetahui tentang dunia usaha dan juga pengalaman baru yang kami dapatkan di BPRTIK, dan kami lebih mengerti tentang dunia komputer, kegunaanya serta sampai fungsi-fungsi yang berbeda dari setiap komputer.
B.      Saran
          Setelah kami mengikuti dan melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja Industri ini kami ingin menyampaikan beberapa saran kami yaitu, pada tahun berikutnya semoga tambah lancar dan hal-hal yang buruk yang telah terjadi, kami harap tidak terulang kembali dimasa mendatang dan sukses selalu untuk kegiatan Kunjungan Kerja Industri tahun ini.